Kanal C Baja Ringan Galvalum: 6 Dimensi Standar SNI dan Harga

kanal c baja ringan galvalum

Kanal C galvalum adalah profil baja ringan berbentuk huruf C dengan lapisan aluminium-zinc yang memiliki ketahanan korosi 10 kali lebih baik dari baja biasa, tersedia dalam 6 dimensi standar SNI mulai dari CNP 60 hingga CNP 200 dengan ketebalan bervariasi 0,60mm – 1,00mm.

Penggunaan kanal C baja ringan galvalum yang meningkat 40% dalam 5 tahun terakhir. Material konstruksi ini telah menjadi pilihan utama untuk rangka atap baja ringan, dengan lebih dari 70% proyek perumahan modern mengadopsi teknologi ini karena efisiensi dan ketahanannya yang superior dibandingkan material konvensional.

Pemilihan dimensi kanal C yang tepat dapat menghemat biaya konstruksi hingga 25-30% sekaligus meningkatkan kekuatan struktural bangunan. Disini kita akan menganalisis spesifikasi teknis, standar SNI, perbandingan harga, dan aplikasi optimal untuk setiap ukuran kanal C galvalum yang tersedia di pasaran Indonesia.

Apa Saja Dimensi Standar Kanal C Baja Ringan Galvalum di Indonesia?

Dimensi standar kanal C galvalum di Indonesia mengikuti SNI dengan 6 ukuran utama:

  • CNP 60 (60x30mm)
  • CNP 75 (75x35mm atau 75x40mm)
  • CNP 81 (81x30mm)
  • CNP 100
  • CNP 150
  • CNP 200 (200x100mm)

Setiap ukuran tersedia dalam ketebalan 0,60mm, 0,65mm, 0,70mm, 0,75mm, dan 1,00mm dengan panjang standar 6 meter. Standarisasi dimensi kanal C galvalum di Indonesia telah ditetapkan untuk memastikan kompatibilitas dan kekuatan struktural yang optimal. 

CNP 60 dengan dimensi tinggi 60mm dan lebar 30mm merupakan ukuran terkecil yang ideal untuk konstruksi ringan seperti rangka plafon dan penopang atap ringan pada bangunan kecil hingga menengah.

CNP 75 hadir dalam dua varian dimensi – 75x35mm dan 75x40mm – menjadi pilihan paling populer untuk konstruksi residensial. Ukuran ini memberikan keseimbangan optimal antara kekuatan dan efisiensi biaya, cocok untuk rangka pintu, jendela, dan struktur atap dengan bentang menengah.

Untuk proyek yang membutuhkan kekuatan lebih, CNP 81 dengan dimensi 81x30mm menawarkan rigiditas tambahan tanpa menambah berat signifikan. Sementara CNP 200 dengan dimensi masif 200x100mm dirancang khusus untuk struktur gedung tinggi dan infrastruktur industri skala besar yang memerlukan daya dukung maksimal.

Ketebalan material menjadi faktor krusial dalam menentukan kapasitas beban. Varian 0,60mm dan 0,65mm umumnya digunakan untuk aplikasi non-struktural, sedangkan 0,70mm hingga 1,00mm dipilih untuk elemen struktural utama yang memikul beban signifikan.

Berapa Harga Kanal C Galvalum Per Batang dan Per Meter Tahun?

  • Kanal C 75x35mm tebal 0,60mm: Rp 76.200 per batang 6 meter
  • Kanal C 75x35mm tebal 0,75mm: Rp 91.700 per batang 6 meter
  • Kanal C 75x35mm tebal 1,00mm: Rp 131.000 per batang 6 meter
  • Kanal C 81x30mm tebal 0,70mm: Rp 87.000 per batang 6 meter
  • Harga borongan pasang + material: Rp 130.000 – Rp 210.000 per m²

Struktur harga kanal C galvalum menunjukkan variasi signifikan berdasarkan ketebalan dan dimensi. Data pasar menunjukkan kenaikan harga rata-rata 15-20% dibandingkan tahun sebelumnya, dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan baku global dan peningkatan standar kualitas SNI.

SpesifikasiBerat (kg)Harga Per BatangHarga Per Meter
C75 x 0,60mm3,76Rp 76.200Rp 12.700
C75 x 0,65mm4,11Rp 82.200Rp 13.700
C75 x 0,70mm4,46Rp 87.000Rp 14.500
C75 x 0,75mm4,83Rp 91.700Rp 15.283
C75 x 1,00mm6,90Rp 131.000Rp 21.833
C81 x 0,60mm3,76Rp 76.200Rp 12.700
C81 x 0,75mm4,86Rp 91.700Rp 15.283
C81 x 1,00mm6,90Rp 131.000Rp 21.833

Harga borongan pemasangan rangka atap baja ringan dengan material kanal C galvalum berkisar Rp 125.000 – Rp 145.000 per m² untuk spesifikasi standar SNI dengan jarak kuda-kuda 120cm. Paket lengkap termasuk material dan jasa pasang untuk merk premium seperti Bluescope mencapai Rp 170.000 – Rp 200.000 per m².

Faktor yang mempengaruhi harga meliputi volume pemesanan, lokasi pengiriman, dan spesifikasi teknis. Pembelian dalam jumlah besar (minimal 5 ton) umumnya mendapat potongan harga 10-15% dan gratis ongkos kirim untuk area tertentu.

Kelebihan dan Kekurangan Kanal C Baja Ringan Galvalum?

Kanal C galvalum memiliki kelebihan utama berupa ketahanan korosi superior, bobot ringan (hanya 30% dari baja konvensional), pemasangan cepat, dan umur pakai hingga 30-50 tahun. Kekurangannya meliputi harga awal lebih tinggi, memerlukan tenaga ahli khusus untuk instalasi, dan rentan terhadap deformasi jika tidak dipasang dengan benar.

Kelebihan Kanal C Galvalum

Ketahanan Korosi Exceptional 

Lapisan aluminium-zinc pada galvalum memberikan perlindungan ganda terhadap korosi. Material ini tahan terhadap kelembaban ekstrem, air hujan asam, dan paparan garam laut, menjadikannya ideal untuk konstruksi di daerah pesisir atau lingkungan industri.

Efisiensi Struktural Tinggi

Dengan berat hanya 3,76 – 6,90 kg per batang 6 meter, kanal C galvalum mengurangi beban total struktur hingga 60% dibandingkan rangka baja konvensional. Ini memungkinkan fondasi lebih ringan dan penghematan biaya konstruksi keseluruhan.

Presisi Dimensional 

Proses manufaktur modern menghasilkan toleransi dimensional sangat ketat (±0,5mm), memastikan kesesuaian sempurna antar komponen dan meminimalkan waste material hingga 5% saja.

Ramah Lingkungan

Material 100% dapat didaur ulang dan proses produksinya menghasilkan emisi karbon 40% lebih rendah dibanding material konstruksi tradisional.

Kekurangan dan Solusinya

Investasi Awal Lebih Tinggi 

Harga material galvalum 20-30% lebih mahal dari baja hitam biasa. Namun, total cost of ownership selama 30 tahun justru 45% lebih ekonomis karena minimal maintenance.

Kebutuhan Tenaga Ahli 

Pemasangan memerlukan tukang spesialis dengan upah Rp 40.000 – Rp 70.000 per meter, lebih tinggi dari tukang konvensional. Solusinya adalah investasi training untuk tenaga kerja lokal.

Konduktivitas Panas 

Material logam menghantarkan panas, meningkatkan suhu ruangan. Mitigasi dengan insulasi aluminium foil atau glasswool menambah biaya Rp 15.000 – Rp 20.000 per m².

Meski investasi awal lebih tinggi, ROI kanal C galvalum tercapai dalam 7-10 tahun melalui penghematan maintenance dan daya tahan superior.

Perbandingan Spesifikasi Kanal C Galvalum Berbagai Merk

Perbandingan merk utama kanal C galvalum menunjukkan Bluescope unggul dalam ketahanan korosi dengan harga premium Rp 170.000 – Rp 200.000/m², TASO menawarkan balance terbaik antara kualitas dan harga Rp 180.000 – Rp 210.000/m², sementara produk lokal SNI standar memberikan value terbaik di range Rp 130.000 – Rp 160.000/m².

KriteriaBluescopeTASOLokal SNIAlfa Prima
Ketebalan Coating150 g/m² AZ150120 g/m² AZ120100 g/m² AZ100100 g/m² AZ100
Garansi Struktural20 tahun15 tahun10 tahun10 tahun
Harga 0,75mm/m²Rp 170.000Rp 180.000Rp 160.000Rp 69.000/meter
Harga 1,00mm/m²Rp 200.000Rp 210.000Rp 195.000Rp 70.000/meter
Kekuatan Tarik550 MPa550 MPa450 MPa450 MPa
Toleransi Dimensi±0,3mm±0,5mm±0,8mm±1,0mm
SertifikasiSNI, JIS, ASSNI, JISSNISNI

Bluescope mendominasi segmen premium dengan teknologi Activate® yang meningkatkan daya rekat cat hingga 300%. Material ini dipilih untuk proyek-proyek prestige dan bangunan komersial yang mengutamakan durabilitas jangka panjang. Coating AZ150 memberikan perlindungan maksimal bahkan di lingkungan marine exposure.

TASO memposisikan diri sebagai alternatif premium dengan harga lebih kompetitif. Keunggulan utamanya terletak pada konsistensi kualitas dan ketersediaan stok yang stabil. Produk ini populer di kalangan kontraktor menengah yang menginginkan balance antara kualitas dan budget.

Produk Lokal SNI menawarkan value proposition terbaik untuk proyek residensial standar. Dengan memenuhi persyaratan SNI, material ini memberikan performa adequate untuk mayoritas aplikasi konstruksi rumah tinggal. Penghematan 15-20% dibanding merk import menjadikannya pilihan favorit developer perumahan.

Alfa Prima fokus pada segmen entry-level dengan sistem penjualan per meter yang fleksibel. Meski spesifikasi lebih basic, produk ini cocok untuk konstruksi temporary atau proyek dengan budget terbatas.

Aplikasi Optimal per Ukuran

CNP 60-75 optimal untuk struktur ringan seperti kanopi residensial, partisi interior, dan rangka plafon gypsum. Bentang maksimal efektif 4 meter dengan beban hidup standar 50 kg/m².

CNP 81-100 dirancang untuk rangka atap utama bangunan residensial dan komersial kecil. Mampu menahan bentang hingga 6 meter dengan sistem rangka batang yang tepat.

CNP 150-200 diaplikasikan pada struktur industrial, gudang, dan bangunan bentang lebar. Kapasitas beban hingga 500 kg/m² dengan bentang bebas kolom mencapai 12 meter.

Kesimpulan

Pemilihan dimensi dan spesifikasi kanal C galvalum yang tepat dapat menghemat biaya konstruksi hingga 30% sekaligus meningkatkan umur bangunan hingga 50 tahun. Data menunjukkan CNP 75 dengan ketebalan 0,75mm menjadi sweet spot untuk mayoritas konstruksi residensial, menawarkan balance optimal antara kekuatan, harga, dan kemudahan instalasi di range Rp 91.700 per batang.

Investasi pada kanal C galvalum berkualitas SNI memberikan ROI positif dalam 7-10 tahun melalui penghematan biaya maintenance dan daya tahan superior terhadap korosi. Untuk proyek jangka panjang, pertimbangkan merk premium seperti Bluescope atau TASO yang menawarkan garansi struktural hingga 20 tahun.

Trend konstruksi baja menunjukkan peningkatan adopsi kanal C galvalum tebal 1,00mm untuk struktur utama, didorong oleh regulasi bangunan tahan gempa yang lebih ketat. Antisipasi kenaikan harga 10-15% per tahun menjadikan pembelian dalam volume besar atau kontrak jangka panjang sebagai strategi procurement yang bijak.

Scroll to Top